Pemerintah Desa Watusomo, Kecamatan Slogohimo, berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas ekonomi warganya melalui berbagai program strategis. Salah satu fokus utama yang sedang digalakkan adalah penyuluhan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi pembuatan pakan ternak.
WATUSOMO, SLOGOHIMO – Desa Watusomo, yang dikenal sebagai salah satu wilayah potensial di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, terus berupaya memperkuat sektor peternakan rakyat. Mengingat sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan peternakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Watusomo memprakarsai kegiatan penyuluhan teknologi pakan ternak guna mengatasi ketergantungan pada pakan pabrikan yang mahal dan menjamin ketersediaan pakan di musim kemarau.
Memanfaatkan Potensi Lokal di Kaki Hutan Donoloyo
Wilayah Watusomo yang berbatasan langsung dengan area Cagar Alam Donoloyo memiliki kelimpahan limbah pertanian yang luar biasa. Sayangnya, potensi ini sering kali hanya dianggap sebagai sampah atau dibakar. Melalui penyuluhan ini, peternak di empat dusun—Deles, Bandung, Dologan, dan Watusomo—diajarkan untuk mengubah limbah tersebut menjadi "emas hijau".
Fokus Teknologi yang Disosialisasikan Penyuluhan difokuskan pada metode pengolahan pakan yang murah, mudah, dan aplikatif bagi skala rumah tangga:Fermentasi Silase: Menggunakan drum plastik (tong) untuk mengawetkan hijauan. Teknologi ini memungkinkan peternak memiliki cadangan pakan bernutrisi tinggi yang tahan hingga berbulan-bulan, sehingga peternak tidak perlu "ngarit" setiap hari.
Amoniasi Jerami Padi: Mengingat banyaknya lahan persawahan di Watusomo, amoniasi jerami menggunakan urea menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas jerami kering agar memiliki kandungan protein yang setara dengan pakan hijauan segar.
Pengolahan Limbah Jagung: Batang dan bonggol jagung yang melimpah diolah kembali menjadi pakan konsentrat sederhana sebagai energi tambahan bagi ternak sapi dan kambing warga.
Sinergi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat
Langkah ini selaras dengan upaya Pemerintah Desa Watusomo dalam mengoptimalkan Dana Desa untuk bidang pemberdayaan masyarakat. Dalam pemantauan terbaru oleh pihak Kecamatan Slogohimo, inisiatif seperti ini didorong agar desa menjadi lebih mandiri dan memiliki ketahanan pangan yang kuat di tingkat lokal.
"Dengan teknologi pakan, kami ingin peternak di Watusomo tidak lagi cemas saat musim kemarau tiba. Mandiri pakan berarti mandiri ekonomi," ujar salah satu perwakilan pendamping desa dalam kegiatan monev tata kelola desa baru-baru ini.
Harapan Masa DepanMelalui pelatihan yang berkelanjutan, Desa Watusomo menargetkan munculnya kelompok-kelompok peternak modern yang mampu memproduksi pakan secara kolektif. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan bobot ternak secara signifikan, mempercepat masa panen, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan asli masyarakat Desa Watusomo.
"Mantab Watusomo