You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Watusomo
Watusomo

Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah

Mengonversi Sampah Jadi Berkah demi Ketahanan Pangan, Langkah Mudah Pembuatan Pupuk Organik (Kompos) dan Panduan Dosis Aplikasi Pupuk Organik Kompos

TRIYONO 14 Juli 2026 Dibaca 18 Kali
Mengonversi Sampah Jadi Berkah demi Ketahanan Pangan, Langkah Mudah Pembuatan Pupuk Organik (Kompos) dan Panduan Dosis Aplikasi Pupuk Organik Kompos

Desa Watusomo memiliki potensi pertanian yang besar. Namun, ketergantungan pada pupuk kimia komersial kerap menjadi beban bagi para petani. Sebagai solusi berkelanjutan, pembuatan pupuk organik mandiri hadir menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Mengapa Harus Pupuk Organik?

  • Memperbaiki struktur tanah: Pupuk organik mengembalikan unsur hara alami dan menggemburkan tanah yang keras akibat bahan kimia.
  • Menghemat biaya produksi: Petani tidak perlu lagi bergantung pada pupuk subsidi yang langka atau pupuk komersial yang mahal.
  • Hasil panen lebih sehat: Tanaman yang diberi nutrisi organik menghasilkan pangan yang lebih aman dan bernutrisi untuk konsumsi warga.

Bahan Baku yang Tersedia di Desa 

Warga Desa  dapat memanfaatkan limbah lingkungan sekitar yang melimpah, seperti:

  • Kotoran ternak: Sapi, kambing, atau ayam sebagai sumber nitrogen tinggi.
  • Limbah pertanian: Jerami padi, kulit jagung, dan sisa sayuran.
  • Dedek/bekatul: Sebagai sumber energi untuk mikroorganisme pengurai.
  • Bioaktivator (EM4) dan air gula: Untuk mempercepat proses fermentasi.

Langkah Mudah Pembuatan Pupuk Organik (Kompos)

  1. Pencacahan bahan: Potong jerami dan limbah pertanian menjadi ukuran kecil agar lebih cepat membusuk.
  2. Pencampuran dasar: Campurkan kotoran ternak dan cacahan limbah organik dengan perbandingan 1:1.
  3. Penyiraman mikroorganisme: Larutkan EM4 dan sedikit gula ke dalam air, lalu siramkan ke dalam campuran bahan hingga cukup lembap (kadar air sekitar 40%).
  4. Proses fermentasi: Tumpuk bahan tersebut di tempat yang teduh, tutup rapat menggunakan terpal, dan diamkan selama 3 hingga 4 minggu.
  5. Pembalikan berkala: Gemburkan atau balik tumpukan pupuk seminggu sekali untuk menjaga sirkulasi udara dan mengontrol suhu.

Pupuk siap digunakan jika warnanya sudah berubah menjadi hitam kecokelatan, tidak berbau menyengat, dan bersuhu dingin. Dengan menerapkan pembuatan pupuk secara swadaya, diharapkan di Desa Watusomo tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berhasil membangun kemandirian pangan yang kokoh dari hulu ke hilir.

Panduan Dosis Aplikasi Pupuk Organik Kompos

Dosis pupuk organik yang tepat sangat bergantung pada jenis tanaman dan fase pertumbuhannya. Secara umum, pupuk organik (kompos matang) diaplikasikan sebagai pupuk dasar sebelum tanam dan pupuk susulan selama masa pertumbuhan.

  1. Tanaman Pangan (Padi & Jagung)

Tanaman pangan membutuhkan pasokan hara yang stabil di awal pertumbuhan untuk merangsang akar dan anakan.

  • Padi:

Pupuk Dasar: 1,5 hingga 2 ton per hektar.

Cara: Sebarkan merata di sawah saat pembajakan lahan terakhir (7-10 hari sebelum tanam).

  • Jagung:

Pupuk Dasar: 200 hingga 300 gram per lubang tanam (sekitar 1,5 - 2 ton/hektar).

Cara: Masukkan ke dalam lubang tanam atau larikan, lalu tutup tipis dengan tanah sebelum benih ditanam

  1. Tanaman Hortikultura / Sayuran Daun (Sawi, Kangkung, Bayam)

Sayuran daun memiliki siklus hidup yang pendek dan membutuhkan nitrogen siap serap agar daun tumbuh lebar dan segar.

  • Pupuk Dasar: 1 hingga 2 kg per meter persegi bedengan.

Cara: Campurkan kompos secara merata dengan tanah top-soil pada bedengan seminggu sebelum bibit dipindahkan.

  • Pupuk Susulan: 1 genggam per tanaman (jika ditanam di polybag/pot) pada umur 2 minggu setelah tanam.
  1. Tanaman Buah Semusim (Cabai, Tomat, Terong)

Tanaman ini membutuhkan hara yang cukup untuk fase vegetatif (daun/batang) sekaligus fase generatif (bunga/buah).

  • Pupuk Dasar: 0,5 hingga 1 kg per lubang tanam.

Cara: Campurkan kompos dengan tanah di lubang tanam, biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam.

  • Pupuk Susulan: 2 genggam per tanaman.

Waktu: Berikan pada umur 4 minggu dan 8 minggu setelah tanam dengan cara dibenamkan melingkari batang tanaman.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 795.971.989,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 831.464.514,00
0%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 34.973.360,00
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 0,00 Rp 47.652.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 298.513.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 46.408.800,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 402.898.189,00
0%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 500.000,00
0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 520.411.514,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 158.268.000,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 22.511.800,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 87.005.400,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 43.267.800,00
0%